Sejarah

Kompleksitas permasalahan sosial yang berkembang dalam masyarakat menuntut upaya sadar dari setiap komponen masyarakat untuk memperbaharui dan mengelola sistem sosialnya serta menyelesaikan permasalahan sosialnya.

Pembaharuan yang dimaksud adalah upaya pengembangan nilai-nilai yang melandasi struktur sosial suatu masyarakat yang dinami, stabil dan mengacu pada tujuan pencapaian kesejahteraan sosial. Sementara Pengelolaan Sosial adalah bagaimana menjadikan seluruh dinamika sosial dalam sistem masyarakat sebagai energi positif yang dapat dimanfaatkan bagi pengembangan masyarakat itu sendiri. Dan penyelesaian Masalah Sosial adalah intervensi sosial yang dilakukan secara sadar, inovatif dan terukut terhadap suatu permasalahan sosial sebagai langkah untuk menjadikan masalah tersebut normal kembali atau lebih baik lagi sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.

Perkembangan permasalahan sosial dalam masyarakat begitu kompleks sehingga diperlukan penanganan secara sungguh-sungguh, cepat, tepat dan berkelanjutan. Artinya untuk menyelesaikan permasalahan sosial dalam masyarakat tersebut diperlukan adanya motivator, stabilisator dan pendamping sosial yang hidup serta berkembang dalam masyarakat itu sendiri. Para motivator, stabilisator dan pendamping sosial tersebut perlu dibekali pengetahuan dan pemahaman lebih terhadap permasalahan sosial yang ada dalam lingkungannya, untuk selanjutnya berkiprah sesuai dengan kultur dan tradisi lingkungannya itu sehingga mereka tidak terkesan eksklusif.

Atas dasar pertimbangan itulah Sumba Integrated Development melalui kemitraan dengan ChildFund – Indonesia sejak tahun 1992 (proyek kerjasama ini masih ditangani oleh Yayasan sebelumnya)  telah memberdayakan Badan Musyawarah Masyarakat (BMM) sebagai motivator, stabilisator dan pendamping social dalam masyarakat. Para BMM ini merupakan voluntier dari masyarakat yang berdomisili di desa-desa/kelurahan seluruh wilayah dampingan SID proyek mitra ChildFund – Indonesia.

Bahwa diperlukan manifestasi semangat Sosial dalam mewujudkan kesejahteraan sosial melalui lembaga masyarakat yang berfungsi sebagai wahana dan sarana komunikasi, konsultasi dan koordinasi berbagai kegiatan BMM yang dikelola secara mandiri, tumbuh dan berkarya dari, oleh dan untuk Badan Musyawarah Masyarakat itu sendiri. Untuk itulah para BMM dengan penuh kesadaran, atas rasa tanggung jawab, dengan semangat Kesetiakawanan Sosial Nasional, bermufakat untuk menghimpun diri dalam suatu wadah yang diberi nama Sumba Integrated Development.

SID “Sumba Integrated Development” adalah sebuah lembaga yang baru terbentuk pada tahun 2010, merupakan penggabungan perwakilan anggota dari LP2M dan LPMBH, ditujukan untuk meneruskan kerjasama dengan Chilfund Indonesia, melalui pengembangan program pemberdayaan dan perlindungan anak yang telah dikerjakan oleh masing-masing lembaga sebelumnya.

Wilayah kerja dari SID meliputi dua kabupaten(Sumba Timur dan Sumba Barat daya) yang  dipisahkan oleh dua kabupaten lain, yakni kabupaten Sumba Tengah dan kabupaten Sumba Barat, dengan waktu tempuh  +  5 jam perjalanan darat, menggunakan kendaraan  bermotor (+200 kilometer).

Share
comments
comments
Dikembangkan oleh Taman Komputer