Call for proposal Baseline Study PAUD HI

 

  1. Latar  Belakang

SID adalah lembaga swadaya masyarakat, bergerak pada bidang usaha kesejahteraan sosial yang bekerja bersama masyarakat untuk menyediakan lingkungan yang aman bagi anak adalah fokus karya SID di pulau Sumba. Berdiri sejak tahun 2010 hingga saat ini SID telah menjadi salah satu lembaga pemerhati anak yang terus mendukung masyarakat dan pemerintah daerah dalam upaya mewujudkan lingkungan yang melindungi dan mendukung anak-anak untuk tumbuh dan berkembang.

Saat ini Sumba Integrated Development didukung oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri dan William & Lily Foundation mengembangkan program Revitalisasi PAUD HI di Kabupaten Sumba Barat Daya, Propinsi NTT, dengan tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas layanan PAUD HI yang berkelanjutan melalui penguatan kapasitas dan kolaborasi lintas sektor penyedia dan pendukung layanan PAUD HI. Proyek ini akan berlangsung selama dua tahun dimulai pada Desember 2019 dan akan berakhir pada Desember 2021

Dalam pelaksanaan proyek ini salah satu hal yang sangat penting adalah kegiatan perencanaan, monitoring dan review perkembangan proyek  yang akan dilakukan secara berkala serta evaluasi keseluruhan capaian proyek yang akan dilakukan pada akhir masa proyek. Terkait dengan hal tersebut maka dibutuhkan informasi awal sebagai data dasar yang akan dilakukan dengan proses baseline survey oleh konsultan eksternal yang akan ditentukan melalui proses competitive bidding. 

Baseline survey akan mengukur status indikator proyek mengikuti kerangka logis proyek terkait Goal, Outcome, dan intermediate outcomes, termasuk informasi-informasi penting dalam output juga harus diidentifikasi. Baseline study akan menggunakan metode campuran kualitatif dan kuantitatif. 

  1. Tujuan Baseline

 1)      Teridentifikasinya kondisi awal dampak dari proyek, yaitu anak usia 0-6 tahun berkembang secara optimal dan menunjukkan status gizi dan kesehatan yang

          baik  di 13 desa dampingan, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), dengan indikator sebagai berikut:

        1.      % anak 3-6 tahun yang menunjukkan perkembangan optimal. 

                    Perkembangan yang dimaksud adalah: perkembangan psikologis (motorik, kognitif, sosial dan emosional) yang diukur menggunakan SDIDTK

                    (Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang), yang mengacu pada buku KIA  tahun 2016. Perkembangan optimal adalah  perkembangan a

                   anak sesuai dengan  umurnya.

        2.      % anak 0-5 tahun yang menunjukkan nutrisi seimbang.

              Nutrisi seimbang adalah kondisi berat badan dan tinggi badan anak 0-5 tahun sesuai dengan usianya dan jenis kelaminnya menurut standar WHO 2005. Standar pengukuran tercantum dalam Buku KIA 2016.

        3.      % anak 0-5 tahun yang menerima imunisasi lengkap.

              Imunisasi lengkap adalah 5 imunisasi wajib sesuai standar kesehatan: HB, Polio/ IPV, BCG, Campak, DPT HB HIB. Standar imunisasi ini tercantum dalam buku KIA 2016.

 2)      Teridentifikasinya kondisi awal tujuan proyek yaitu akses layanan PAUD HI yang berkualitas dan berkelanjutan pada anak usia 0 -6 tahun di 13 desa dampingan, Kabupaten SBD dengan indikator sebagai berikut:

       1.      a) % anak 3-6 tahun yang  mendapatkan layanan nutrisi dan kesehatan di PAUD secara rutin.

             b) % anak 3-6 tahun yang mendapatkan layanan stimulasi dini melalui kegiatan di PAUD secara rutin, mengacu pada kurikulum 2013.

       2.      a) % anak 0-5 tahun yang menerima layanan stimulasi dini di Posyandu secara rutin minimal 8 kali/tahun pada tahun 2021.

             b)      % anak 0-5 tahun yang menerima layanan kesehatan dasar di Posyandu secara rutin minimal 8 kali/tahun pada tahun 2021.

       3.      % orangtua dari anak usia 0-6 yang menghadiri sesi pengasuhan responsif di PAUD atau Posyandu secara rutin pada tahun 2021

       4.      % Ibu hamil yang menghadiri sesi pengasuhan responsif di pusat PAUD HI dan Posyandu secara rutin pada tahun 2021

 3). Teridentifikasinya kondisi awal tujuan menengah proyek (intermediate outcome) yang  terdiri dari 3 pilar yaitu:

      3.1. Tutor PAUD, kader Posyandu, dan kader BKB di 13 desa dampingan, Kabupaten SBD mempraktikkan keterampilan program PAUD HI dengan pendampingan bidan desa, dengan  indikator:

            1.    % Tutor PAUD HI yang mempraktikan pendidikan PAUD HI menggunakan Kurikulum 2013.

            2.    % Tutor PAUD HI yang mempraktikan stimulasi dini untuk anak  usia 0-5 minimal 8 kali/tahun.

            3.    a) # Kader Posyandu yang mempraktikan layanan kesehatan dasar di PAUD minimal 8 kali/tahun.

                 b)      Kader Posyandu yang mempraktikan layanan kesehatan dasar di Posyandu minimal 8 kali/tahun.

           4.    % Tutor PAUD HI, kader Posyandu, dan kader BKB yang memfasilitasi kegiatan pola asuh secara rutin.

           5.    # bidan desa yang mendampingi tutor dan kader PAUD HI dalam memberikan layanan kesehatan dasar dan pola asuh.

                Mendampingi yang dimaksud termasuk menjadi lead fasilitator, co-fasilitator, narasumber, atau memantau pelaksanaan kegiatan atau persiapan dan evaluasi kegiatan untuk program kesehatan dasar mengacu pada Buku KIA.

      3.2.  Pemerintah daerah atau dinas - dinas terkait di Kabupaten SBD menyediakan kebijakan terkait, alokasi anggaran dan pendampingan teknis  untuk peningkatan layanan pendidikan  PAUD HI di 13 desa dampingan, dengan indikator:

            1.    # Instansi (Dinas Pendidikan, Pengawas, Dinas Kesehatan dan DP3AP2KB) yang memfasilitasi dan mengawasi pelaksanaan program PAUD HI secara rutin minimal 4 kali/tahun.

            2.    # Surat Keputusan yang diterbitkan Pemerintah daerah (kabupaten, kecamatan dan desa) untuk forum PAUD HI.

            3.    # Pemerintah desa yang mengalokasikan dana desa dalam perencanaan pembangunan desa untuk mendukung PAUD HI.

      3.3. Meningkatnya keberfungsian Forum PAUD HI di semua level (desa, kecamatan dan kabupaten) di Kabupaten SBD, dengan indikator:

            1.    # Forum PAUD HI yang telah menjalankan kegiatan advokasi di setiap level di Kabupaten SBD.

            2.    # Forum PAUD HI di tingkat desa yang telah menjalankan kegiatan mobilisasi masyarakat.

            3.    Forum PAUD HI yang memiliki rencana aksi advokasi dan mobilisasi masyarakat minimal satu tahun setelah proyek berakhir.

 

3.      Lokasi Proyek

Lokasi proyek Revitalisasi PAUD HI di Kabupaten Sumba Barat Daya adalah di 13 desa, 3 kecamatan, dan tingkat kabupaten di Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sementara jumlah pusat layanan PAUD HI yang menjadi sasaran proyek adalah 28 PAUD, 50 Posyandu, dan 50 BKB. Rincian lokasi adalah sebagai berikut.

  

No.

Kecamatan

Desa

Jumlah PAUD

Jumlah Posyandu/BKB

1

Laura

Lete Konda

4

4

2

Laura

Pogo Tena

1

4

3

Laura

Karuni

1

4

4

Laura

Letekonda Selatan

1

4

5

Laura

Loka Kalada

1

4

6

Kodi Utara

Mangganipi

1

4

7

Kodi Utara

Hombakaripit

1

3

8

Kodi Utara

Kori

3

5

9

Kodi Utara

Bokambero

2

4

10

Kodi Utara

Limbu Kembe

3

3

11

Kota Tambolaka

Wee Rena

5

3

12

Kota Tambolaka

Wee Pangali

2

4

13

Kota Tambolaka

Wee Londa

3

4

TOTAL

28

50

 

 4.      Penerima Manfaat Proyek

       Penerima manfaat proyek ini terdiri dari penerima manfaat langsung dan tidak langsung.

 4.1.  Penerima manfaat langsung

         Penerima manfaat langsung dari proyek adalah:

 a.      Fasilitator lokal yang merupakan para stakeholder terkait di tingkat kabupaten dan kecamatan yaitu Dinas Pendidikan, Pengawas, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Petugas Lapangan PAUD Dikmas, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Staf Gizi dan KIA Puskesmas, Bidan Koordinator, IGTKI, Himpaudi, dan TK Pembina.

 b.      Tutor PAUD dari 28 satuan PAUD dampingan, Kader Posyandu dari 50 Posyandu dampingan, dan Kader BKB dari 50 pusat BKB dampingan, bidan desa dari 13 desa dampingan.

 c.      Anggota Forum PAUD HI di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa dengan kategori tertera dalam tabel di bawah ini.

 

Tingkat Kabupaten

Tingkat Kecamatan

Tingkat Desa

1.      Bunda PAUD

2.      Bappeda

3.      Dinas Pendidikan Bidang PAUD Dikmas

4.      Pengawas tingkat kabupaten

5.      Dinas Kesehatan Bidang KIA dan Gizi & Kesehatan Masyarakat

6.      Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD)

7.      Tenaga ahli Kemendes

8.      Dinas Sosial

9.      PKK Pokja II dan Pokja IV

10.   IGTKI

11.   Himpaudi

12.   TK Pembina

13.   Ikatan Bidan Indonesia/IBI (jika ada)

14.   Organisasi/Tokoh pemerhati anak usia dini tingkat kabupaten

1.      Pemerintah kecamatan

2.      Bunda PAUD

3.      PKK Pokja II & Pokja IV

4.      PKG (Gugus Guru)

5.      PLKB

6.      Puskesmas – KIA dan Gizi

7.      Bidan Koordinator

8.      Pengawas tingkat kecamatan

9.      Petugas Lapangan PAUD Dikmas

10.   Organisasi/tokoh pemerhati anak usia dini tingkat kecamatan

1.      Pemerintah desa

2.      Bunda PAUD

3.      PKK Pokja II dan Pokja IV

4.      Bidan desa

5.      Tutor PAUD

6.      Kader Posyandu

7.      Kader BKB

8.      Komite PAUD

9.      Tokoh masyarakat

  4.2.  Penerima manfaat tidak langsung

 Penerima manfaat tidak langsung dari proyek ini adalah:

 1.      Orangtua anak usia 0-6 tahun di desa dampingan

 2.      Wanita hamil di desa dampingan

 3.      Anak usia 0-6 tahun di desa dampingan 

 

5. Hasil yang diharapkan dari konsultan

 Hasil yang diharapkan dari tim konsultan  adalah:

 1.      Rencana baseline survey yang terdiri dari latar belakang, tujuan pengkajian data awal, responden, lokasi survey, metodologi, dan teknik, alat ukur, rencana pengumpulan, pengolahan dan analisa data, kerangka laporan akhir, dan lampiran-lampiran seperti panduan pengambilan data sesuai teknik yang dipilih, format alat ukur, inform consent, daftar hadir, yang  mengacu pada KAK ini beserta lampirannya yaitu: Proposal  proyek, LFA, Timeframe, dan MERL matrix.

 2.      Draft laporan baseline survey atau laporan dummy.

 3.      Laporan akhir dari baseline survey menggunakan Bahasa Indonesia dan khusus Ringkasan  Eksekutif  menggunakan dua bahasa:  Bahasa  Inggris dan Bahasa Indonesia.

 4.     Semua dokumen akan diulas dan dikaji oleh tim donor William & Lily Foundation dan SID (Direktur Eksekutif, Technical Advisor, dan Project Coordinator).

 

  6. Gambaran umum  pekerjaan konsultan

   6.1. Konsultan

 Konsultan baseline study adalah konsultan individual atau organisasi yang terpilih yang ditentukan melalui mekanisme open competitive bidding. Tahapan seleksi adalah sebagai berikut:

 1.      Pengumuman pembukaan proposal baseline survey secara terbuka melalui jejaring SID,

 2.      Seleksi berdasarkan proposal dan CV yang masuk,

 3.      Wawancara untuk 3 kandidat utama,

 4.      Pengumuman hasil seleksi.

 

6.2. Ruang lingkup  pekerjaan

Konsultan bekerja untuk melakukan baseline study dan memberikan rencana  dan laporan baseline study sesuai yang dijabarkan dalam bagian 6. Durasi kontra adalah 4 bulan dari sejak kontrak ditandatangani oleh ketua konsultan dan Direktur Eksekutif SID.

Konsultan bekerja  berdasarkan tahapan utama sebagai  berikut :

 1.   Membuat rencana awal baseline survey mengacu pada KAK ini, dokumen-dokumen perencanaan proyek (Proposal, LFA, time frame), dan referensi lain yang

       relevan dengan proyek ini.

 2.   Melakukan baseline survey berdasarkan rencana yang telah dibuat dan disepakati bersama SID.

 3.   Membuat  laporan akhir baseline  survey yang  telah disetujui  oleh SID dan WLF.

 Untuk mendukung capaian pekerjaan tersebut, berikut ini adalah  jadwal (tentative)  pelaksanaan  pekerjaan  konsultan. 

 

Kegiatan

Waktu

Penanggungjawab

Catatan

Penandatanganan  kontrak

Minggu I Maret 2020

Project Coordinator dan  Direktur Eksekutif SID

 

Pertemuan  Orientasi dengan  Tim  Proyek dan   SA Specialist

Minggu I Maret 2020

 

Konsultan dan Tim Proyek

Skype/ tatap  muka

Penyampaian Laporan Awal

Minggu II Maret 2020

 

Konsultan

Berkoordinasi dengan Project Coordinator.

Ulasan laporan awal

Minggu III Maret 2020

Direktur Eksekutif SID

Dikaji juga oleh Technical Advisor SID dan tim WLF

Pembuatan alat-alat survey

Minggu IV Maret - Minggu I April 2020

Konsultan

Dikaji oleh Direktur Eksekutif, Technical Advisor SID, dan WLF

Persiapan pengumpulan data

Minggu II-III April 2020

Konsultan

Berkoordinasi dengan Project Coordinator

Pengumpulan  data lapangan

Minggu IV April – Minggu I Mei 2010

Konsultan

Berkoordinasi   dengan Project Coordinator

Pengolahan data

Minggu  II-IV Mei 2020

Konsultan

 

Pembuatan draft laporan dan  proses review

Minggu I-II Juni 2020

Konsultan

Berkoordinasi dengan Project Coordinator. Diulas oleh Direktur Eksekutif SID, TA SID, dan WLF.

Penyelesaian Laporan Akhir dan pengiriman laporan akhir

Minggu III Juni 2020

Konsultan

Berkoordinasi dengan Project Coordinator dan Direktur Eksekutif.

 

 

 

 

 7.   Persyaratan Pengiriman Proposal dan Seleksi 

 a.        Tim konsultan, baik lembaga maupun tim perorangan, memiliki pengalaman dalam melakukan monitoring dan evaluasi berbasis penelitian, baik itu baseline, endline, formative research, dll untuk program pengembangan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan anak usia dini.

 b.        Tim konsultan mengirimkan letter of interest dan proposal kepada SID sesuai dengan Kerangka Acuan Kegiatan ini, dilengkapi dengan anggaran.             

c.     Tim konsultan mengirimkan profil lembaga atau CV dari tim peneliti utama.             

d.     Berkas lamaran dikirim ke alamat email Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

e.     Seluruh dokumen lamaran sudah diterima oleh SID paling lambat Tanggal 09 Maret 2020 pukul 17:00 WITA

Share
comments
comments
Dikembangkan oleh Taman Komputer