Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (PABM)

Lembaga Sumba Integrated Development (SID) sementara mengembangakan sebuah system Perlindungan anak berbasis masyarakat (PABM). Program ini dikembangkan pada lingkup desa dalam wilayah kerja lembaga. Tujuan utamanya untuk melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam melakukan langkah-langkah perlindungan anak yang meliputi pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi. 

Pelibatan masyarakat termasuk melibatkan anak-anak dalam proses ini menjadi sesuatu yang sangat penting dan menarik, karena diyakini bahwa perlindungan anak sebaiknya melibatkan seluruh masyarakat sebagai aktor utama yang harus memainkan peranya sesuai kapasitas yang dimiliki, baik sebagai pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, kelompok anak, pemuda dan unsur lainnya. Dengan masyarakat terlibat langsung dalam kerja-kerja perlindungan anak ini maka upaya mencegah, menangani dan merehabilitasi anak korban kekerasan dapat dilakukan dengan lebih optimal, terintegrasi dan sinergi.

Perlindungan anak berbasis masyarakat merupakan sebuah terobosan baik untuk menjawab keterbatasan sumberdaya pemerintah dalam menyediakan pelayanan perlindungan anak yang seharusnya dapat menjangkau keseluruh wilayah termasuk pedesaan.

a.Peran Masyarakat dalam PABM

Peran masyarakt dalam PABM dapat meliputi upaya pencegahan, Respon/Penanganan, dan rehabilitasi. Untuk melaksanakan perannya, terlebih dahulu harus didesign bentuk dan system PABM pada tingkat desa dengan melibatkan keterwakilan dari berbagai elemen masyarakat yang ada di desa dan konsern terhadap isu anak. Mengingat bahwa PABM merupakan sebuah gerakan sosial yang bekerja secara mandiri, sukarela dan swadaya maka pada proses pembentukannya haruslah dilakukan secara demokratis, terbuka dan memberikan kesempatan kepada mereka yang benar-benar terpanggil untuk bekerja pada isu anak untuk bergabung dalam team, sebaiknya tidak menunjuk apalagi memaksa seseorang untuk ada dalam team ini. Namun demikian, walaupun PABM ini merupakan sebuah kerja sosial, yang bersifat mandiri dan sukarela, sebaiknya harus dibuat terstruktur dan terorganisir dengan baik. Team PABM ini dapat disebut sebagai team Perlindungan Anak Desa  (TPAD) atau nama lain yang sesuai dengan tugas dan kebutuhan dalam komunitas mereka.

System yang meliputi, aturan/legalitas, sumber dana, sumber daya, dan mekanisme kerja dapat dibuat dan disesuaikan dengan regulasi yang ada di desa dengan merujuk pada aturan lebih tinggi, baik yang terdapat pada level kabupaten, propinsi maupun nasional. Hal ini dimaksudkan agar team PABM lebih mudah untuk membangun relasi atau jejaring baik dengan lembaga formal/informal yang berada didalam desa maupun yang berasal dari luar desa. Pengakuan dari formal system yang telah ada baik yang berupa Surat Keputusan (SK), Agreement dari/dengan Pemerintah Desa dan atau lembaga layanan juga perlu diupayakan agar team ini dapat bekerja lebih efektif dan didukung oleh berbagai unsur baik pemerintah maupun lembaga layanan yang berada di desa maupun diluar desa, bentuk dukungan dapat berupa dukungan teknis juga dapat berupa bantuan sarana prasarana termasuk dukungan dana.

Langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat antaralain dapat berbentuk, kajian sederhana terkait faktor-faktor yang berisiko bagi anak dilingkungan desanya dan juga faktor-faktor yang dapat mendukung perlindungan anak didesanya, kajian tersebut dapat berupa kondisi lingkungan, perilaku warga, sosial budaya, aturan-aturan, sampai pada design program pembangunan didesa baik yang berorientasi pada kepentingan terbaik anak-anak maupun tidak.

Dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak, PABM dapat membangun mekanisme rujukan kasus yang didesign secara terintegrasi sehingga sudah melibatkan berbagai pihak terutama pemerintah desa dan lembaga layanan dalam merespon kasus kekerasan pada anak, baik penanganan korban maupun pelaku serta keluarga korban dan keluarga pelaku. Peran yang juga sangat penting yang dapat dilakukan oleh Team PABM desa adalah dengan membangun kesepakatan atau mekanisme rehabilitasi anak dan keluarga korban kekerasan, sehingga proses pemulihan dan resosislisasi atau reintegrasi dapat terjadi dengan baik dan melibatkan berbagai pihak terkait. Langkah ini pun dapat dilakukan dalam bentuk koordinasi dengan lembaga layanan terkait dan pemerintah desa.

b.Peran Anak dalam PABM.

Mengikutsertakan anak-anak dalam Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat ini juga perlu dilakukan, misalnya dengan mendorong terbentuknya forum anak/remaja ditingkat desa yang kemudian akan menjadi bagian dari Team PABM. Anak-anak perlu dilibatkan dalam upaya pencegahan, misalnya dengan pendekatan peer educator (pendidik sebaya) untuk mengedukasi sesama anak dalam lingkungan mereka, ketertarikan anak untuk berada dalam komunitas anak dapat dimanfaatkan sebagai sebuah peluang untuk membangun kesadaran, pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang benar dalam menemukenali potensi ancaman kekerasan yang sewaktu-waktu dapat menimpa dirinya atau anak-anak lain disekitarnya. Mengikut-sertakan anak-anak melalui forum anak dalam proses pembangunan desa yang ramah anak merupakan salah satu bentuk dari upaya pemenuhan hak anak untuk berpartisipasi dan membangun rasa percaya diri anak. Caranya bisa dengan melibatkan anak-anak dalam proses perencanaan desa, mengingat anak-anak juga adalah bagian dari kelompok masyarakat yang harus didengarkan dan dihargai pendapatnya.

Pada upaya penanganan, anak-anak juga dapat dilatih untuk mengenal dan mengetahui tanda-tanda kekerasan, kemana harus melapor atau kepada siapa mereka dapat menceritakan jika terjadi kekerasan baik yang menimpa diri sendiri maupun anak lain. Pada tahapan ini memang dibutuhkan kehati-hatian dan pendampingan yang baik mengingat anak-anak perlu dilindungi agar jangan sampai kemudian mereka akan terpapar menjadi korban misalnya karena berani melaporkan sebuah kasus, kemudian keselamatan mereka terancam. Hubungan yang baik antara anak-anak dalam sebuah komunitas anak dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari proses rehabilitasi anak-anak korban kekerasan. Anak-anak yang telah berusia remaja dapat dilatih untuk menjadi konselor sebaya, teman curhat yang dapat dipercaya juga bagian dari upaya mengurangi rasa trauma anak korban, disamping mereka dapat ikut memantau perkembangan dan perilaku temannya yang pernah menjadi korban, baik dilingkungan sekolah maupun dilingkungan bermain.

Perlindungan anak berbasis masyarakat akan mengoptimalkan peran masyarakat termasuk anak-anak dalam membangun sebuah lingkungan yang ramah dan responsif terhadap kebutuhan anak. melalui langkah-langkah pencegahan yang dikerjakan dengan lebih intensif oleh masyarakat  dalam komunitas mereka maka indentifikasi potensi kekerasan sudah dapat dilakukan lebih dini sehingga kasus-kasus kekerasan terhadap anak dapat ditekan sekecil mungkin, atau perilaku-perilaku yang berisiko sudah dapat diminimalisir sejak dini melalui langkah-langkah edukasi baik yang dilakukan oleh orang dewasa maupun anak-anak, dan yang tidak kalah penting adalah kerja perlindungan anak tersebut telah dilakukan secara mandiri, terstruktur dan terorganisir dengan baik serta didukung oleh berbagai pihak yang ada didesa maupun diluar desa. va/sid

Share
comments
comments
Dikembangkan oleh Taman Komputer