Sekolahku Aman, Sekolahku Siaga Bencana

Sumba Integrated Development bermitra dengan ChildFund Indonesia dan didanai oleh KOICA, sedang mengembangkan program Safe School-Sekolah Siaga Bencana. Program ini dikembangkan di 2 (dua) kabupaten yang berada di pulau Sumba, yaitu kabupaten Sumba Timur dan kabupaten Sumba Barat Daya. Dengan menyasar sebanyak 39 Sekolah Dasar, masing-masing 20 Sekolah diwilayah Sumba Timur dan 19 Sekolah diwilayah Sumba Barat Daya, target utama project ini adalah akan menjadikan 39 sekolah tersebut sebagai model "Sekolah Aman" dipulau Sumba, yang rencananya akan dikerjakan selama 6 bulan terhitung sejak bulan Juli sampai dengan Desember 2016.

Sebagai langkah awal sekaligus pengenalan program, Pada tanggal 27 dan 29 Juli 2016, telah dilakukan kegiatan sosialisasi program Safe School secara terpisah di dua Kabupaten dengan peserta yang hadir pada kegiatan tersebut antaralain; 39 kepala Sekolah Dasar, perwakilan dari BAPPEDA, BPBD, Dinas Pendidikan, BLHD, NGO's, Dinas kesehatan, Forum PRB, dll. Pada kegiatan sosialisasi yang berlangsung selama sehari tersebut, dipaparkan terkait tujuan dari program Safe School diantaranya adalah untuk membantu dan mendukung 39 SD menjadi sekolah siaga bencana, dimana seluruh komponen sekolah akan difasilitasi dan dilatih agar memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang baik dalam menghadapi ancaman yang berada dilingkungan sekolah, sehingga risiko yang mungkin terjadi bisa diminimalisir sekecil mungkin. Program ini sejalan dengan Surat Edaran Mentri Pendidikan Republik Indonesia nomor 70a/MPN/SE/2010 tentang Strategi Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah. 

Tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi tersebut, sejak tanggal 1 s/d 16 Agustus 2016, SID bersama sekolah-sekolah yang menjadi target pengembangan sekolah aman telah membentuk Komite PRB dimasing-masing sekolah, dengan melibatkan Guru, Siswa dan perwakilan komite sekolah. Komite PRB yang dibentuk telah memiliki struktur serta uraian tugas untuk masing masing bagian. Hermanus Retang, Kepala SDN Laindatang desa Mbatakapidu kabupaten Sumba Timur mengatakan, bahwa ia berharap melalui program ini, sekolah mereka dan masyarakat sekitar dapat memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk menanggulangi bencana kebakaran padang dilokasi sekolah mereka yang selalu terjadi dan merugikan sekolah juga masyarakat disana, misalnya tanaman pelindung dan tanaman lain yang telah ditanam oleh siswa dan guru selalu ikut terbakar, belum lagi beberapa bangunan sekolah mereka masih terbuat dari anyaman bambu dan kayu dikuatirkan akan ikut terbakar, selain makin diperparah dengan kondisi kekeringan yang selalu terjadi setiap tahun karena ketiadaan sumber air yang mudah dijangkau oleh mereka. Komite PRB yang telah dibentuk tersebut selanjutnya akan difasilitasi dan dilatih untuk melakukan analisa risiko sekolah, dan pembuatan rencana kontijensi disekolah mereka masing-masing. sid/anto

Share
comments
comments
Dikembangkan oleh Taman Komputer